Jumat, 11 April 2014

INDAHNYA KARUNIA ALLAH DIDALAM PERNIKAHAN

Islam adalah agama sempurna. Kesempurnaannya sebagai sebuah sistem hidup dan sistem hukum meliputi segala perkara yang dihadapi oleh umat manusia. Firman Allah Swt:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (TQS. An-Nahl [16]: 89)
Islam merupakan agama fitrah. Artinya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Di dalam Islam, kita tentunya mengenal fitrah kita sebagai makhluk hidup, yakni adanya potensi hidup berupa kebutuhan hidup/jasmani atau hajataul ‘udhuwiyah dan adanya naluri-naluri yang tak bisa di hilangkan, yakni pertamaadanya naluri untuk mensucikan sesuatu / Gharizah Taddayun, kedua Naluri untuk melestarikan jenis/Gharizah Nau’ dan yang ketiga adalah adanya Naluri untuk mempertahankan diri/Gharizah Baqa’.
Kesemua potensi-potensi hidup dia tas tidaklah bisa di hilangkan , namun hanya bisa dialihkan. Naluri beragama misalnya, tidak bisa dihilangkan, namun hanya bisa dialihkan, dari yang dasarnya adalah mengagungkan adanya sang pencipta namun mereka alihkan dengan mengagungkan system ideology komunisme mereka.
Pun juga dengan naluri-naluri yang lain. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang naluri untuk melestarikan keturunan atau yang biasa disebut dengan Gharizah Nau’.
Namun, penulis disini tidak membahas bagaimana memanfaatkan potensi itu secara umum, karena penulis yakin, telah banyak artikel dan tulisan sejenis yang membahas seputar tersebut di atas.
Gharizah Nau’
Sebagaimana yang telah di jelaskan sedikit di atas, gharizah an nau’ atau naluri untuk melestarikan keturunan ini merupakan satu diantara tiga fitrah manusia yang telah dibekali oleh Allah sang pencipta manusia di dunia ini.
Dan Allah sebagai pencipta pun telah menurukan seperangkat aturan bagi hamba-hambaNya untuk memenuhi gharizah an Nau’ tersebutdalam koridor syariah. Dan syariah Islam telah mensyariatkan hukum Sunnah bagi umatnya untuk menikah dalam rangka pemenuhan gharizah tersebut.
Terkait dengan hokum syariah Islam berupa sunnah ustadz Sarwat Lc menjelaskan bahwa para ahli fiqih punya istilah sunnah yang mereka definisikan dengan beberapa batasan.
Sebagian ahli fiqih mengatakan bahwa sunnah itu adalah sebuah perbuatan yang bila dikerjakan akan mendatangkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak mendatangkan dosa bagi pelakunya.Lihat kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah jilid 1 halaman 67, juga kitab Ibnu Abidin jilid 1 halaman 70.
Sementara sebagian ahli fiqih lainnya membuat batasan bahwa sunnah adalah perbuatan yang selalu dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW, namun tidak sampai menjadi kewajiban karena tidak ada dalil yang menunjukkan atas kewajibannya.Bisa kita baca dalam kitab Ibnu Abidin jilid 1 halaman 80 dan 404.
Juga kitab Jawahirul Iklil jilid 1 halaman 73.Ulama lain mendefinisikan sebagai metode dalam beragam yang tidak sampai difardhukan atau diwajibkan. Lihat kitab Kasyful Asrar oleh Al-Bazdawi jilid-jilid halaman 302.
Kembali ke persoalan menikah tadi, banyak sekali ayat-ayat di dalam al qur’an dan hadist yang mengupas seputar persoalan menikah ini. Diantara ayat-ayat al qur’an tersebut adalah sebagai berikut :
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)

Jumat, 04 April 2014

CORNER RELIJI

Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?

Mon, 4 November 2013 01:40 - 5041 | muamalat
Assalamu alaikum wr wb.

Ustadz, ada yang bilang bahwa bank syariah sama saja dengan bank konvensional. Yang berbeda hanya dalam istilah saja, sedangkan hakikatnya dua duanya mengandung riba.

Sebagai muslim, kita dianjurkan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) via bank syariah, yang konon tidak memperlakukan adanya bunga. Memang benar bahwa di bank syariah mungkin namanya bukan bunga, tapi diganti dengan istilah lain. Padahal hakekatnya sama.

Benarkah pendapat seperti itu ustad ?

Andai jawabannya benar bank syariah mengandung riba, terus bagaimana cara mendapatkan rumah yang islami? Apa kudu bersabar dengan menabung sampai uang terkumpul dulu baru beli rumah ?

Zaman sekarang kalau tidak kredit tidak bisa punya rumah, mobil, motor dan lainnya. Begitu kata orang-orang. Mohon pencerahannya, terimakasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Masalah yang Anda tanyakan ini sebenarnya sudah lama jadi bahan perdebatan, dan sampai sekarang belum mendapatkan titik temu yang memuaskan semua pihak.
Perdebatan itu terjadi antara, sebut saja, para pendukung bank syariah dengan pihak yang tidak mendukung. Dan kita menyaksikan memang perdebatannya cukup seru, masing-masing yakin sekali dengan kebenaran argumentasinya.

1. Pendapat Pihak Pendukung Bank Syariah
Para penggagas dan pendukung bank syariah di

Kamis, 27 Maret 2014

MOCK UP




Mendesain Mockup Majalah dengan InDesign dan Photoshop


Tutorial ini secara lengkap menunjukkan proses desain sebuah majalah secara lengkap. Dimulai dengan mendesain layout majalah majalah dengan InDesign, lalu membuat mockup-nya di Photoshop. Dengan mockup, majalah bisa ditampilkan secara nyata tanpa membuat tampilan fisiknya secara langsung. Tutorial ini ditulis ekslusif untuk Psdtuts+.

Preview

Berikut adalah hasil akhir yang diperoleh.
Mendesain Mockup Majalah dengan InDesign dan Photoshop

Sebagian Langkah dalam Tutorial

Dimulai dengan proses desain layout majalah di InDesign. Prosesnya sangat standar

Sabtu, 08 Maret 2014

REZEKI

Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat.
Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki karunia Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat. Kondisi dunia modern yang sarat persaingan dan pergulatan menuntut mereka untuk lebih berjibaku dalam mencari nafkah berupa karunia Tuhan. Betapa banyak setiap pagi hari di belahan bumi manapun didapati wajah-wajah penuh ketegangan dan kepanikan yang memancarkan rona khawatir dalam mengais rezeki di pagi hari. Seolah mereka tiada memiliki Tuhan yang Maha Kaya Yang Mampu menjamin rezeki setiap hambaNya. Dialah Allah, Ar Razzaq Sang Pemberi Rezeki.
Hal yang sering luput

REZEKI

4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya

1. Rezeki Tingkat Pertama (yang dijamin oleh Allah)

"Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."  (QS. 11: 6)


Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini, baik itu manusia, hewan, tumbuhan, atau lainnya. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

2. Rezeki Tingkat Kedua

"Tidaklah manusia mendapat apa-apa, kecuali apa yang telah dikerjakannya"   (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki

Rabu, 05 Maret 2014

CORNER RELIJI

Rahasia di Balik Shalat pada Awal Waktu


Rate This

Syekh Abu Abdullah RA berkata, “Suatu hari, ibu saya meminta ayahku membeli ikan di pasar. Kemudian, saya pergi bersama ayah saya. Setelah ikan dibeli, kami memerlukan seseorang untuk membawanya.
Di saat itu, ada seorang pemuda yang sedang berdiri didekat kami. Pemuda itu berkata, “Wahai bapak, apakah bapak memerlukan bantuan saya untuk membawa ikan itu?” “Ya, benar!” kata ayah saya. Kemudian, pemuda itu membawa ikan di atas kepalanya dan turut bersama kami ke rumah.
Di tengah perjalanan, kami mendengar suara azan. Pemuda itu berkata, “Penyeru Allah telah memanggil. Izinkanlah saya berwudhu, barang ini akan saya bawa setelah shalat nanti. Apabila bapak bersedia, silakan menunggu, jika tidak, silakan bawa sendiri.”
Setelah berkata demikian, ia meletakkan ikan-ikan itu dan pergi ke masjid. Ayahku berpikir, pemuda itu mempunyai keyakinan yang begitu kuat kepada Allah SWT, bagaikan seorang waliyullah. Akhirnya ayah meletakkan ikan-ikan itu, kemudian kami pergi ke masjid.
Setelah kembali dari masjid, ternyata ikan-ikan itu masih berada di tempatnya. Lalu, pemuda itu mengangkat kembali ikan-ikan tadi dan bersama menuju rumah.
Setibanya di rumah, ayah menceritakan peristiwa tersebut kepada ibu. Ibu berkata kepada pemuda tadi, “Simpanlah ikan-ikan itu, mari makan bersama kami, setelah itu kamu boleh pulang.”
Tetapi pemuda itu menjawab, ”Maaf

CORNER USAHA

Berpindah Dari StartUp Menjadi Usaha Yang Berkembang Sukses

Para entrepreneur akan berada di fase startup dalam waktu yang lama. Mereka akan selalu berada dalam bisnis kecil jika mereka tidak bisa berkembang. Jika Anda selalu berkata Anda adalah seorang start up, maka Anda pasti tidak akan mengambil tindakan untuk berkembang.
Sekarang adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk berpindah dari sebuah start up menjadi sebuah usaha yang berkembang serta memiliki rencana yang besar. Dalam dua tahun kedepan Anda akan mengingat masa dimana Anda hanya seorang diri mengembangkan usaha Anda. Lalu pada dua tahun berikutnya Anda telah mempekerjakan 100 orang karyawan. Berikut ini adalah 5 hal yang akan membantu Anda menuju kesana.
1. Delegasi
Ketika Anda berada pada fase startup, Anda lah orang yang mengerjakan segalanya. Untuk menjadi sebuah perusahaan Anda harus mempekerjakan seseorang yang mengerjakan pekerjaan yang memerlukan waktu lama, dan hal tersebut kita hitung sebagai sebuah investasi.
Tiga perempat start up , tidak mempekerjakan seorang karyawan pun. Anda harus menggaris bawahi bahwa setiap orang memiliki keterbatasan, oleh karena itu penting sekali untuk mendelegasikan pekerjaan. Anda memiliki bisnis yang sedang berkembang, jadi salah jika Anda beranggapan bahwa mempekerjakan orang adalah membuang-buang uang. Kehilangan produktivitas dan kegagalan dalam mengembangkan bisnis lebih rugi dibanding dengan mempekerjakan karyawan.
2 .Tentukan Apa yang Harus Anda Lakukan
Jangan menunggu