Pahami Pola Berfikir Seseorang dari Analisa Tulisan Tangan
Ada beberapa pola berpikir: analitis, komprehensif, investigative, kumulatif.
Melakukan analisa tulisan tangan dari seseorang bisa memabantu kita untuk mengetahui pola berpikirnya sehingga kita bisa lebih mudah memhami dia ataupun mengarahkan dia sesuai pola berpikirnya.
Saya akan tulisan secara terpisah masing-masing pola berfikir. Untuk saat ini kita akan mulai dari pola berpikir analitis.
1. Pola Berpikir Analitis
Berfikir dengan analitis ini sangat diperlukan untuk meghasilkan suatu kesimpulan yang tepat dan matang sehingga tidak salah dalam mengambil keputusan. Orang-orang dengan profesi sebagai seorang pengamat ekonomi, peneliti, dan bagian yang bertanggung jawab atas persetujuan kredit di bank misalnya adalah orang-orang yang sangat dituntut mampu berfikir analitis. Pekerjaan apapun yang bergerak dalam investigasi masalah juga sangat cocok untuk orang seperti ini.
Kalau anda menemukan seseorang degan huruf yang berada di zona tengah misalnya huruf “m” atau “n” dengan bentuk yang lancip dibagian bawah seperti pada gambar dibawah ini, hal itu menunjukkan bahwa penulis adalah seseorang yang berfikir dengan mengandalkan analisi dia.
Orang dengan tulisan bentuk huruf-huruf zona tengah yang lancip seperti diatas cenderung untuk menganalisa segala sesuatu walaupun dia sudah akrab dengan hal itu. Dia sering mempertanyakan kondisi yang bahkan sudah terjadi disekitarnya dalam kurun waktu lama. Misalnya disuatu daerah seluruh wanita tidaka da yang bekerja, maka dia akan memunculkan pertanyaan pada dirinya sendiri. Misalnya dia mungkin akan bertanya pad adiri sendiri “kenapa ya tidak ada satupun wanita yang bekerja disini?” “Kok mau ya mereka hanya tinggal dirumah saja?”, “ Apa jadinya kalau mereka terus seperti itu” dan pertanyaan lainnya.
Penulis dengan pola diatas akan cenderung berfikir tentang sebab-akibat. Ketika dia bertanya pada seseorang dia tidak suka jika seseorang hanya mengatakan “ya” atau “tidak” tanpa disertai alasan, dia sangat memerlukan suatu penjelasan dan alasan dibalik segala sesuatu.
Karena pola berfikirnya analitis,
penulis dengan pola diatas sangat tidak suka dengan ketidak konsistenan.
Dalam pengambilan keputusan dia ingin mendapatkan semua fakta dulu untuk dia analisis sebagai bahan pengambilan keputusan. Penulis sangat mementingkan fakta.
Dia ingin orang lain berfikiran sama dengan dia dalam berfikir yaitu menggunakan analisis sebelum memutuskan sesuatu. Dia tidak suka seseorang menjawab atau mengambil keputusan tanpa ada alasan yang jelas.
Saat anda ingin menjual pada orang dengan kencenderungan berfikir analitis ini, jangan berharap anda bisa langsung closing tanpa anda berhasil yang memuaskan logika analitis dia. Jelaskan dengan detail alasan kenapa dia harus beli barang anda, apa keuntungannya dan bagaimana logikanya produk anda bermanfaat untuk penulis tersebut.
Sisi yang perlu dilengkapi dari orang dengan kencederungan seperti ini adalah perlu ada orang yang mendorongnya untuk segera membuat keputusan, karena seringkali karena lamanya dia menganalisa, dia tidak luap tidak membuat keputusan atau kesimpulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar